1.Roadmap Reklamasi Lahan Bekas Tambang

1. ROADMAP REKLAMASI LAHAN BEKAS TAMBANG

Iskandar

Pusat Studi Reklamasi Tambang
Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, IPB
Jalan Raya Pajajaran, Kampus IPB Baranangsian, BOGOR

ABSTRAK

Seiring dengan meningkatnya kegiatan penambangan mineral, batubara dan minyak bumi, telah meningkat pula berbagai isue yang terkait dengan kerusakan lingkungan. Meskipun PerMen ESDM No. 18/2008 tentang Reklamasi dan Penutupan Tambang mewajibkan seluruh perusahaan tambang untuk melakukan reklamasi pada lahan-lahan bekas tambang, namun tingkat keberhasilan reklamasi di banyak lokasi bekas tambang masih rendah. Pada bekas tambang batubara misalnya, banyak bekas dinding-dinding pit yang sangat curam dan tinggi dibiarkan tetap terbuka, lubang-lubang pit berisi air yang belum jelas peruntukkannya, air asam tambang yang tidak diolah mengalir kemana-mana, dll. Beberapa lokasi tambang juga mengalami kesulitan untuk memperoleh tanah pucuk yang memadai dan mencukupi. Dari sisi peruntukkan lahan, sering juga terjadi perbedaan kepentingan antara pengusaha, pemda dan masyarakat yang menimbulkan masalah sosial. Oleh karena beragamnya permasalahan yang dihadapi dalam berbagai kegiatan yang terkait dengan reklamasi lahan bekas tambang, maka untuk mencapai tujuan yang diinginkan dalam reklamasi diperlukan pendekatan multidisiplin.

Dalam kaitan dengan reklamasi lahan bekas tambang yang memerlukan pendekatan multidisiplin tersebut, Pusdi Reklatam LPPM IPB mencoba membuat roadmap. Tujuan yang ingin dicapai oleh Pusdi Reklatam adalah: (1) dapat membantu para pelaku tambang dalam meningkatkan keberhasilan reklamasi tambang, (2) dapat membantu pemerintah dalam membuat kebijakan-kebijakan, dan (3) melakukan penelitian-penelitian terkait teknologi ataupun sosial. Untuk itu roadmap yang disusun dibagi menjadi: (1) Kajian Pratambang, (2) Kajian Teknik Reklamasi Tambang, (3) Kajian Dampak Kegiatan Tambang, (4) Kajian Pemberdayaan Masyarakat, dan (5) Kajian Perundangan. Masing-masing kegiatan tersebut dapat dibagi lagi menjadi beberapa subtopik untuk ditindaklanjuti dengan aksi-aksi agar diperoleh teknologi-teknologi yang diharapkan dapat memecahkan permasalahan terkait reklamasi tambang.

Comments are closed.