2.Lesson Learned Revegetasi Lahan Bekas Tambang Permasalahan Dan Cara Mengatasinya

2. LESSON LEARNED REVEGETASI  LAHAN BEKAS TAMBANG: PERMASALAHAN DAN CARA MENGATASINYA

Iskandar Z. Siregar,  Irdika Mansur dan Sri Wilarso Budi R,

Staf Ahli Pusdi Reklatam,Departemen Silvikultur, Fakultas Kehutanan IPB

ABSTRAK

Kegiatan penambangan di Indonesia pada umumnya adalah penambagan terbuka yang didahului dengan kegiatan pembukaan tanah pucuk (top soil), pembukaan batuan penutup bahan tambang utama kemudian pengambilan bahan tambang utama.  Proses penambangan terbuka ini akan menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan diantaranya adalah terbukanya tanah pucuk, hilangnya bahan organik tanah, hilangnya mikroorganisme, menurunnya status biodiversitas organisme baik flora maupun fauna,  meningkatnya laju erosi, aliran permukaan (run-off), sedimentasi dan rusaknya wilayah penangkap air serta terganggunya tingkat stabilitas lahan.

Kegiatan revegetasi sangat diperlukan untuk mengatasi kerusakan lingkungan pertambangan, namun kendala-kendala yang dihadapi cukup banyak diantaranya adalah; kondisi tanah sangat marginal, bahan organiknya sangat sedikit, jumlah mikroorganisma tanah potensial sangat minim, dan kandungan hara sangat rendah.

Untuk dapat mengatasi masalah ini maka berbagai upaya perbaikan lahan dan upaya pemilihan  jenis tanaman yang tepat, serta perlakukan teknik silvikultur yang benar perlu diterapkan. Upaya-upaya tersebut di atas harus dilakukan secara terintegrasi sebelum mulai operasi pertambangan, selama operasi pertambangan dan saat kegiatan reklamasi dilakukan.

Kegiatan sebelum operasi pertambangan meliputi : koleksi jenis-jenis lokal baik biji maupun anakannya, studi habitatnya dan teknik silvikulturnya.

Pada saat ekplorasi penambangan meliputi: pemahaman kondisi lahan, karakteristik habitat  dan uji jenis tahap awal, melakukan studi teknik budidaya jenis-jenis target dan manipulasi lingkungan di setiap kondisi lahan yang berbeda serta membangun persemaian sejak awal.

Pada tahap reklamasi meliputi: dilakukan manipulasi lingkungan  baik dengan menggunakan mikroorganisme maupun organik, pemilihan jenis yang cocok dengan habitatnya serta mempertimbangkan fungsi ekonomi,  ekologinya dan estetika serta dikaitkan dengan rencana penutupan tambang, produksi bibit di persemaian baik lokal maupun exotic, penanaman dan pemeliharaan.

Comments are closed.