Pusdi REKLATAM dipimpin oleh seorang kepala pusat yang dibantu oleh seorang sekretaris pusat. Pusdi REKLATAM memiliki 5 divisi, yaitu:

1. Divisi Kualitas Tanah
Kepala divisi : Dr Ir Gunawan Djajakirana
Divisi ini memiliki target untuk mempertahankan/memperbaiki kualitas tanah agar memiliki karakteristik seperti rona awal, sehingga dapat dimanfaatkan kembali sesuai dengan peruntukkannya.

Beberapa permasalahan terkait dengan kualitas tanah pada lahan-lahan bekas tambang:

  • Kehilangan tanah pucuk (top soil),
  • Penurunan kesuburan tanah,
  • Penurunan bahan organik tanah,
  • Penurunan pH tanah,
  • Menurunnya jumlah mikroorganisme dalam tanah,
  • Kandungan sulfida (pirit) yang tinggi,
  • Pembentukan air asam tambang,
  • Kandungan oksigen air bekas tambang rendah,
  • Penurunan status biodiversitas organisme baik flora maupun fauna

Beberapa hal yang perlu dilakukan:

  • Perbaikan sifat-sifat fisik dan kimia tanah melalui ameliorasi,
  • Perbaikan kandungan bahan organik melalui pembuatan dan pemberian bahan organik dan bahan pembenah tanah,
  • Peningkatan pH air melalui pemberian kapur atau lainnya

2. Divisi Bentang Lahan
Kepala divisi : Dr Ir. Dwi Putro Tejo Baskoro
Divisi ini memiliki target untuk mengatur bentang lahan agar tidak menimbulkan kerusakan fisik, sehingga dapat dipergunakan sesuai dengan rencana peruntukannya.

Beberapa permasalahan terkait dengan bentang lahan pada lahan-lahan bekas tambang:

  • Peningkatan laju erosi dan aliran permukaan (run-off),
  • Peningkatan sedimentasi dan rusaknya wilayah penangkap air,
  • Kerusakan dan perubahan bentang alam,
  • Terganggunya tingkat stabilitas lahan.
  • Terbentuknya dinding pit yang terjal,
  • Tersisanya lubang-lubang bekas tambang,
  • Bentuk kolong/kolam tidak beraturan dan tidak ada inlet/outlet,

Beberapa hal yang perlu dilakukan:

  • Penataan lanskap agar dapat digunakan kembali sesuai dengan peruntukkannya, misalnya untuk pertanian atau kehutanan,
  • Perbaikan lahan dengan bahan pembenah tanah,
  • Teknologi konservasi tanah dan air,
  • Keragaman lanskap sebagai atraksi wisata melalui penataan lanskap yang disesuaikan dengan kondisi ekonomi dan sosioculture,

3. Divisi Biota dan Biodiversitas
Kepala divisi : Prof Dr Ir Sulistiono, MSc
Divisi ini memiliki target untuk mengusahakan agar biodiversitas lingkungan tambang minimal mendekati rona awal.

Beberapa permasalahan terkait dengan biota dan biodiversitas pada lahan-lahan bekas tambang:

  • Peningkatan kadar logam berat yang berpengaruh terhadap tanaman, perikanan dan kesehatan manusia,
  • Penurunan kondisi kesuburan perairan,

Beberapa hal yang perlu dilakukan:

  • Menggunakan biofilter untuk meningkatkan pH air dan menurunkan kadar bahan-bahan pencemar seperti logam berat, misalnya dengan tanaman enceng gondok,
  • Memperbaiki kualitas air melalui pemberian bahan organik,
  • Peningkatan kandungan oksigen melalui penggunaan kincir,
  • Pengembangan kegiatan perikanan dengan memanfaatkan jenis-jenis ikan yang tahan terhadap lingkungan yang berat: ikan gabus, ikan betok, ikan nila, ikan lele, dll.

4. Divisi Sosial dan Kemasyarakatan
Kepala divisi : Dr Ir Ma’mun Sarma, MS M.Ec
Divisi ini memiliki target untuk meminimalisir terjadinya konflik horizontal selama operasi tambang dan pasca tambang, serta memberikan arahan untuk pengembangan ekonomi wilayah.

Beberapa permasalahan terkait dengan sosial dan kemasyarakatan di wilayah sekitar tambang:

  • Perubahan kualitas pada dimensi SDM
  • Konflik kepemilikan pada lahan bekas tambang
  • Legalitas lahan umumnya berstatus hutan,
  • Kepemilikan kolong yang sudah jadi kolam,

Beberapa hal yang perlu dilakukan:

  • Pemanfaatan tanaman pangan dan perkebunan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,
  • Menciptakan hubungan positif antara perusahaan dan masyarakat sekitar tambang,
  • Melibatkan masyarakat dalam kegiatan reklamasi lahan bekas tambang,

5. Divisi Revegetasi
Kepala divisi : Prof Dr Ir Sri Wilarso Budi R.
Divisi ini memiliki target untuk menemukan jenis tanaman, baik melalui seleksi ataupun rekayasa genetik, yang cocok dengan lingkungan tambang, melakukan perbanyakannya secara cepat, dan teknik revegetasinya.

  • Penanaman jenis tanaman yang cocok dengan tanah, iklim dan kebutuhan masyarakat
  • Pemilihan tanaman pioner yang dapat tumbuh di daerah ekstrim,
  • Koleksi jenis-jenis lokal dan eksotik, baik biji maupun anakan,
  • Studi habitat dan teknik silvikultur,
  • Teknologi perbanyakan bibit,
  • Pemanfaatan mikoriza untuk pembibitan,
  • Pembangunan pesemaian, teknik penanaman dan pemeliharaan